Melihat dengan makna baru

Menjalani hal yang berat bukanlah perihal mudah 
Terbaring diatas ranjang pasien, dengan lampu redup menjelang tidur. Suara tangis bayi yang meraung kesakitan. Bising sound film upin ipin yang terus berulang dari pasien sebelah. Ah sungguh kacau. 
Disinilah aku, menemani adik kecil kami yang sedang mengalami DBD di Rumah Sakit Kota. 
Waktu merangkak dengan perlahan detik demi detik. Tak berlaku dengan pengeluaran biaya yang kian mengalir deras. 

Hal yang dapat disyukuri adalah biaya pengobatan ini ditanggung BPJS. Tidak risau kami dengan segala proses pengobatan nya. 
Namun bagaimana pun juga hidup lainnya tetap berjalan normal. Ada biaya riwa riwi kesana kemari. dalam hitungan hari seperempat gaji yang dicari selama sebulan, tandas. 

Ada saja pengeluaran yang tidak terduga. Baru beberapa hari lalu merencanakan alokasi keuangan, khususnya dana darurat. baru berencana, Qadarullah langsung dikeluarkan dengan mendadak dari gaji yang tak seberapa. 

Pertanyaan, selanjutnya bagaimana yang bingung dicari jawabannya. 

Iya, bagaimana ya Ya Allah. Keinginan membuka usaha ataupun mengasah skill untuk 'dijual' tidak juga berjalan. bahkan belum dimulai. 
Usaha keluarga, Jualan Pentol. Adalah yang sangat mungkin untuk dibuat frozen food. agar ibu tidak perlu lelah berkeliling menyusuri pasar sayur di tengah malam. 
Jualan Skill, Make a Content Spesial atau Penulis. Yang hingga detik ini, masih mengasah kemampuan agak ada daya jual. Baru beli courses video content, bergabung kelas membaca untuk melatih kemampuan review. Tidak mudah menjalani dengan konsisten. 

Dengan segala situasi di ruangan ini, 5x 3 meter untuk 3 pasien. aku kembali memikirkan semua kemungkinan untuk masa depan ku. kembali memulai walau di suatuasi yang tidak mudah. dengan pikiran berkecamuk hebat. dengan bising dan hiruk pikuk rumah sakit. 

Menyempatkan membaca buku, dan memurojaah hafalan. Agar ada produktif yang terus dilakukan. walau belum tau, dari jalan mana rezeki sukses itu datang untuk segala doa dan cita yang dipanjatkan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mendramatisasi Sebuah Proses

Harga dari Sebuah Kesempatan

Yuk jangan mau kalah