Harga dari Sebuah Kesempatan
Harga dari Sebuah Kesempatan
Suara denting notifikasi pesan masuk. Melihat isi pesan, hanya pesan grup pemberitahuan jam kelas pelatihan gratis. Terabaikan. Ada yang lebih menarik yaitu Update Story kontak tersimpan.
Jari gemas, mengintip sebentar saja. Cerita salah satu teman SMA, dia berfoto ria dengan komunitas creatornya. Beralih ke cerita teman pesantren dulu, menampilkan poster penyuluhan mengenai program pendidikan kilat, dia salah satu pembicaranya. Bergulir ke cerita berikutnya, teman SMP dengan postingan karya tulis pemikiran kritisnya.
Mereka dengan segala pencapaian dan cerita hebatnya, menyisakan diriku hanya sebagai penonton. Menyenangkan menjadi seseorang yang tahu apa yang disukai dan terus berkembang lebih baik dari hari ke hari. Mereka yang beruntung dengan segala kesempatan baik itu.
Lima tahun sudah berlalu bagiku, tanpa terasa. Terlewatkan begitu saja.
Kapan kesempatan hebat itu datang kepadaku. Menjadi seorang content creator, memiliki kemampuan berbicara di depan banyak orang dan bisa menulis sebuah karya tulisan.
Apakah aku bisa melakukannya ? Aku bisa, yakin bisa seandainya kesempatan untuk belajar hal tersebut datang. Ada ruang bagiku untuk berlatih. Bertumbuh dari titik nol ke angka-angka berikutnya. Sayangnya, aku disini di tempat yang sama seperti lima tahun yang lalu. Tanpa ada kesempatan. Tanpa terlihat bahwa aku ada.
Namun apakah benar seperti itu ? Apakah tidak pernah ada kesempatan ? Tanpa pertumbuhan sama sekali ?
Itu bohong. Kesempatan itu ada, beberapa kali terlewat bahkan. Pertumbuhan tunas itu nyata walau mungkin lambat. Tidak seperti lainnya yang tumbuh dengan cepat.
Kesempatan tidak selalu tentang keberuntungan dan keistimewaan. Beruntung dia terlahir dikeluarga cemara dan berada, beruntung dia pintar, beruntung dia berada lingkungan yang mendukungnya.
Kesempatan bisa berupa kesederhanaan, kesadaran dan hal biasa yang tidak banyak orang mengerti bahwa itu adalah kesempatan. Di keadaan sempit sekalipun.
Bekerja di kantor dengan tugas kerja yang berlipat. Menjadi admin, kasir, marketing, editor. Terlihatnya tidak seperti sebuah kesempatan melainkan seperti kutukan. Lelah dan menyebalkan. Lima tahun di posisi yang sama. Jenuh. Penat.
Sadarkah bahwa itu juga sebuah kesempatan. Kesempatan besar bagi mereka yang menyadarinya.
Kesempatan untuk belajar administrasi lebih dalam
Kesempatan memahami alur kas dan sistem keuangan dasar sebagai seorang kasir
Kesempatan melatih kemampuan menjual, negosiasi bahkan komunikasi
Kesempatan mendalami dunia konten kreator
Semua itu adalah peluang besar untuk terus bertumbuh. Sesederhana menjalani setiap tugas dengan penuh kesadaran bahwa ini adalah sebuah proses belajar. Dari yang tidak tahu menjadi tahu bahkan ahli karena terus berlatih.
Iya, bisa juga kesempatan itu datang berupa teman dan lingkungan yang positif serta suportif. Ringan tangan berbagi ilmu dan pengalaman. Berupa notifikasi kelas pelatihan untuk tetap produktif.
Kesempatan hadir sebagai waktu yang dimanfaatkan sebaik mungkin. Melakukan perbaikan dari hari ke hari.
Kesempatan sesederhana terbangun di pagi hari.
Bisa jadi kesempatan itu berulang kali hadir namun terlewatkan begitu saja. Dengan segala bentuk yang berbeda di waktu yang tidak tertebak. Namun tidak banyak yang awas akan kehadirannya, menyia-nyiakan kesempatan. Demi kesenangan yang menghasilkan sengsara di esok lusa atau sibuk dengan kesempatan orang lain yang bukan untuknya.
Komentar
Posting Komentar