Isi Kepala dengan Segala Riuhnya
Isi kepala dengan segala riuhnya Pernahkah kamu benar-benar memahami isi kepalamu ? Riuhnya yang tak berkesudahan dari waktu ke waktu. Seingatku, saat remaja aku tidak memusingkan apa yang ada dalam isi kepala ini. Aku hanya dengan senang hati mengerjakan tanpa perlu berpikir serumit sekarang ini. Bermain, bersekolah, mengejar prestasi dan pulang. Kepala dua dengan rumitnya fase kehidupan menjelang dewasa. Sekedar sekolah sarjana saja, harus dilalui dengan rumitnya finansial jangka panjang. Sadar bahwa bukan orang berpunya. Jadi harus bekerja untuk membiayai pendidikan tinggi. Lulus, bergelar sarjana. Setelah ini apa ? Iya bekerja layaknya orang dewasa. Tanpa rengekan anak kecil untuk meminta uang jajan, sekarang anak kecil itu sudah harus membiayai dirinya serta keluarganya. Siklus itu berputar. Perasaan bergejolak tidak terima, Ambisi kian membubung tinggi namun fakta sangatlah jauh dari ekspektasi. Ku kira setelah bergelar sarjana ekonomi,...