Postingan

Isi Kepala dengan Segala Riuhnya

 Isi kepala dengan segala riuhnya  Pernahkah kamu benar-benar memahami isi kepalamu ? Riuhnya yang tak berkesudahan dari waktu ke waktu.  Seingatku, saat remaja aku tidak memusingkan apa yang ada dalam isi kepala ini. Aku hanya dengan senang hati mengerjakan tanpa perlu berpikir serumit sekarang ini. Bermain, bersekolah, mengejar prestasi dan pulang. Kepala dua dengan rumitnya fase kehidupan menjelang dewasa. Sekedar sekolah sarjana saja, harus dilalui dengan rumitnya finansial jangka panjang. Sadar bahwa bukan orang berpunya. Jadi harus bekerja untuk membiayai pendidikan tinggi.  Lulus, bergelar sarjana. Setelah ini apa ? Iya bekerja layaknya orang dewasa. Tanpa rengekan anak kecil untuk meminta uang jajan, sekarang anak kecil itu sudah harus membiayai dirinya serta keluarganya. Siklus itu berputar. Perasaan bergejolak tidak terima, Ambisi kian membubung tinggi namun fakta sangatlah jauh dari ekspektasi.  Ku kira setelah bergelar sarjana ekonomi,...

Harga dari Sebuah Kesempatan

 Harga dari Sebuah Kesempatan  Suara denting notifikasi pesan masuk. Melihat isi pesan, hanya pesan grup pemberitahuan jam kelas pelatihan gratis. Terabaikan. Ada yang lebih menarik yaitu Update Story kontak tersimpan.  Jari gemas, mengintip sebentar saja. Cerita salah satu teman SMA, dia berfoto ria dengan komunitas creatornya. Beralih ke cerita teman pesantren dulu, menampilkan poster penyuluhan mengenai program pendidikan kilat, dia salah satu pembicaranya. Bergulir ke cerita berikutnya, teman SMP dengan postingan karya tulis pemikiran kritisnya.  Mereka dengan segala pencapaian dan cerita hebatnya, menyisakan diriku hanya sebagai penonton. Menyenangkan menjadi seseorang yang tahu apa yang disukai dan terus berkembang lebih baik dari hari ke hari. Mereka yang beruntung dengan segala kesempatan baik itu.  Lima tahun sudah berlalu bagiku, tanpa terasa. Terlewatkan begitu saja.  Kapan kesempatan hebat itu datang kepadaku. Menjadi seorang content creator, m...

Mendramatisasi Sebuah Proses

 Mendramatisasi Sebuah Proses Bertahun tahun lalu, muncul keinginan dengan ide dan tujuan yang besar. Penuh kesadaran, sangat memahami bahwa ide yang besar membutuhkan proses yang tidak mudah. Bahkan waktu yang panjang.  Jika seseorang yang bukan siapa-siapa, bahkan dengan banyak keterbatasan. Maka titik mulainya bisa jadi tidak dari nol, melainkan minus. Tentu, hal ini butuh usaha yang lebih. Komitmen yang kuat dan konsistensi yang disiplin. Tidak untuk main-main bahkan setengah-setengah. Harus totalitas.  ----------- Memasuki dunia kuliah, mempertemukanku dengan banyak hal. Pengalaman baru, lingkungan pertemanan baru dan semua cerita baru. Termasuk pola pikir baru tentang bagaimana kehidupan bekerja.  Di satu waktu, aku bertemu dengan komunitas "Youtuber lokal", di dalamnya berisi orang-orang hebat yang ahli di bidang video dan perkontenan dengan penghasilan fantastis dari akun youtube mereka. Banyak sekali ilmu yang didapat, namun banyaknya ilmu tidak seberapa jik...

Melihat dengan makna baru

Menjalani hal yang berat bukanlah perihal mudah  Terbaring diatas ranjang pasien, dengan lampu redup menjelang tidur. Suara tangis bayi yang meraung kesakitan. Bising sound film upin ipin yang terus berulang dari pasien sebelah. Ah sungguh kacau.  Disinilah aku, menemani adik kecil kami yang sedang mengalami DBD di Rumah Sakit Kota.  Waktu merangkak dengan perlahan detik demi detik. Tak berlaku dengan pengeluaran biaya yang kian mengalir deras.  Hal yang dapat disyukuri adalah biaya pengobatan ini ditanggung BPJS. Tidak risau kami dengan segala proses pengobatan nya.  Namun bagaimana pun juga hidup lainnya tetap berjalan normal. Ada biaya riwa riwi kesana kemari. dalam hitungan hari seperempat gaji yang dicari selama sebulan, tandas.  Ada saja pengeluaran yang tidak terduga. Baru beberapa hari lalu merencanakan alokasi keuangan, khususnya dana darurat. baru berencana, Qadarullah langsung dikeluarkan dengan mendadak dari gaji yang tak seberapa.  Pertany...

Yuk jangan mau kalah

 Yuk jangan mau kalah  Pikiran ingin produktif, sayangnya badan ingin bermalas-malasan.  Entah kadang aku bingung dengan diriku sendiri, satu sisi aku tidak ingin menyia-nyiakan waktu. Disaat yang sama tubuhku ingin berleha-leha dan rebahan seharian. Malas melakukan segala hal. Padahal wishlist kegiatanku di setting dengan baik dan tertata agar tidak ada waktu yang terbuang. Tapi yah, namanya juga manusia. Ada sisi Malasnya . dan aku lebih banyak kalah dengan sisi itu. Hadehh  Sama seperti hari ini, aku ingin melakukan suatu hal yang produktif yang sayangnya, terlewati begitu saja karena tidur. Iya tidur.  Padahal nih, selepas sahur sudah bagus betul kegiatannya. Sahur bareng keluarga, ambil wudhu lanjut iabdah dengan serangkaian aktivitas ibadah yang panjang mulai dari sholat isya, tarawih, witir, berdoa dengan khusuk dan ditutup tadarus Al Quran . Sungguh syahdu.  Dari waktu sahur hingga selesai tadarus, berakhir di jam tiga lebih. Kepincut scrolling hin...

Gugur Daun

  Alunan suara adzan menggema dalam udara malam Iringan suara anak kecil yang mengeja ayat suci dengan pelan  Ah instrumen alam yang indah merasuk dalam kalbu membawa kedamaian  Manusia selalu tersesat dalam pemikiran  Berhura-hura ria mengalihkan kejenuhan atas pertanyaan yang tak ada habisnya sekaligus tak ada jawaban  Bisa saja manusia adakalnya menggila  Karena tak menemukan jati diri yang dicarinya  Tersesat dalam pemikiran yang melanglang buana tiada batasnya  Nyata nya sebagai makluk terbatas selalu ada sekat  Ada banyak sekali rahasia alam dan dunia yang tersimpan dalam kotak misteri Tuhan yah begitu pula kehidupan, bagai guguran daun yang jatuh dibawah pohon nya  Yang tak tau apapun tentang jenis daun yang tersebar dalam dunianya  Sebagai tumbuhan, taunya hanya jenis daun yang sama sepertinya, ranting, bunga, dan buah di pohon yang sama. Dimana baginya dunia sangat luas, cuma sekadar di satu pohon tempatnya tumbuh dan...